Asia’s answer to Netflix: HOOQ, iFlix

iflixNetflix has yet to officially launch in Asia, but two new local players already started to tap the growing demand for international and regional content in the region.

HOOQ, a joint venture of SingTel, Sony Pictures Television and Warner Bros just launched its video-on-demand service in India, following its Philippines and Thailand launch.

iFlix, a joint venture of Catcha Group, Evolution Media Capital and PLDT, a telecom conglomerate in the Philippines, went live in the Philippines last night and will also be available in Malaysia as well as Indonesia, Thailand and Vietnam.

Following similar business models as Netflix and Amazon Prime Instant Video in the United States, HOOQ offers a plan-based service at $4 per month, while iFlix is expected to have an affordable subscription rate at $3 a month.

The research firm forecasts the VOD market to grow from $25.30 billion in 2014 to $61.40 billion in 2019, at a compound annual growth rate of 19.4 percent, with Asia-Pacific (APAC) and Middle East and Africa (MEA) expected to experience increased market traction.

Hooq-Streaming-e1432702723661

 

7th Asia Green ICT Conference

:: Pagi ini saya hadir di acara konferensi GreenICT ke 7 di Denpasar, Bali. Diadakan di Hotel Kartika Plaza, acara ini dibuka oleh Bpk Bambang Heru Tjahjono, Dirjen Aplikasi Informatika, Kementrian Komunikasi dan Informatika.

GreenICT adalah gerakan yang menuntut industri TIK untuk lebih memperhatikan lingkungan. Dengan tujuan akhir menciptakan masyarakat pengguna TIK yang dampak lingkungannya kecil (low environmental footprint).

Tindakan pertama adalah mengurangi penggunaan energi oleh TIK itu sendiri. Sebagai contoh; Server menyumbangkan emisi karbon cukup besar, yaitu 23%

Tindakan kedua adalah memanfaatkan TIK untuk melakukan penghematan energi. Misalnya: implementasi paperless office, dst.

TIK menyebabkan emisi karbon sebesar 2,5% di tahun 2015. Diperkirakan akan naik menjadi 4% di tahun 2020, jika tidak dilakukan tindakan apapun.

Industri TIK diperkirakan mengkonsumsi sekitar 10% dari seluruh suplai listrik. Jumlah yang cukup besar & signifikan. Dan angka ini terus bertambah sekitar 10% setiap tahunnya.

Dikutip dari http://www.circleid.com/posts/20130409_ict_industry_soon_to_be_the_largest_source_co2_emissions/ dan http://rackforce.com/green_it.html :

Currently it is estimated that ICT consumes around 10% all electrical power growing at about 6-10% per year

the (ICT) industry is on the path to become the largest consumer of electricity and therefore one of the largest contributors of CO2.

New studies suggest that the growth in wireless networks could be the single largest component of that growth in CO2 emissions from the ICT sector.

Ya, ini info yang menarik – ternyata konsumsi listrik berbagai perangkat #wireless, seperti perangkat hotspot, BTS untuk handphone, dst; mengalahkan konsumsi listrik dari bahkan perangkat Server / datacenter.
Memang, setiap perangkat tersebut mungkin hanya sedikit mengkonsumsi listrik. Namun, karena jumlahnya ada banyak, dan terus bertambah banyak dengan cepat, maka ternyata konsumsi listriknya menjadi sangat signifikan.

Jadi, sekilas ini, ini adalah beberapa tindakan yang dapat menghasilkan pengurangan emisi karbon dari ICT dengan signifikan :

# Virtualisasi : mengurangi jumlah perangkat Server yang dibutuhkan.

# Solar-powered wireless devices : menggunakan panel surya sebagai sumber suplai listrik untuk perangkat-perangkat wireless.

# Menggunakan perangkat ICT yang lebih hemat listrik : kemarin saya membeli switch 1 Gbps merk TP-link, dan cukup surprise ketika menyadari bahwa switch tersebut hemat energi :) Mari kita dukung yang seperti ini.

Tentu saja masih sangat banyak hal-hal lainnya yang juga bisa dilakukan. Di level kebijakan pemerintah, dampaknya juga bisa jauh lebih signifikan.

Konferensi ini cukup banyak memberikan perspektif dan wawasan bagi saya. Terimakasih banyak kita ucapkan kepada para penyelenggara & pembicara yang telah berbagi di acara ini.



Post imported by Google+Blog for WordPress.

GreenICT : Membuat Cluster HPA (High Performance + Availability) dengan RaspberryPi….

GreenICT : Membuat Cluster HPA (High Performance + Availability) dengan RaspberryPi. :: Infrastruktur IT yang ideal adalah yang performanya tinggi (high performance), dan selalu bisa diakses (high availability, resilient). Dulu, ini cuma bisa menjadi kenyataan dengan membeli perangkat keras yang mahal, dan software pendukungnya yang kadang malah lebih mahal lagi. Kini, kita bisa membangunnya dengan menggunakan RaspberryPi :) Hemat energi, performa tinggi, hemat space / tempat, hemat harga juga.

Infrastruktur web berbasis Cluster HPA di RaspberryPi terdiri dari :

# Load-balancer (HAproxy) : port 80 : berfungsi mengatur distribusi beban kerja, agar merata ke semua Edge server yang ada. Juga mendeteksi server yang down, dan otomatis tidak menyertakannya dalam distribusi kerja.

# keepalived : mendeteksi jika ada load-balancer yang down, lalu otomatis mengalihkan ke load-balancer lainnya.

# Edge server (Varnish) : port 6081 : melayani sebanyak mungkin request yang masuk, agar tidak membebani Webserver. Membantu memberikan waktu respons yang tercepat.

# Webserver (Apache + PHP) : port 6080 : melayani request yang masuk dari Varnish dengan secepat mungkin.

# Database (MySQL) : menyimpan data yang dibutuhkan oleh web-apps.

Untuk membangunnya, silakan ikuti panduan terlampir.

Dengan menghidup / matikan Varnish, maka kita bisa mengatur berapa jumlah RaspberryPi yang akan ikut serta dalam benchmark. 

Terlampir adalah hasil benchmark yang saya lakukan :

1 x RaspberryPi = 760 hits/detik
2 x RaspberryPi = 1100 hits/detik
3 x RaspberryPi = 1250 hits/detik
4 x RaspberryPi = 1260 hits/detik

Ternyata, RaspberryPi bisa melayani sampai ratusan hits/detik :)
Luar biasa untuk sebuah komputer yang hanya menggunakan daya sebesar 5 watt :) (y) :)

Namun, ada yang aneh….. hasil benchmark seperti tertahan di kisaran 1200 hits/detik. Tidak bisa lebih lagi dari itu, walaupun jumlah RaspberryPi yang disertakan di benchmark terus ditambah. Kenapa ini ? :)

Setelah saya investigasi selama beberapa waktu…..ternyata, laptop saya, yang melakukan benchmark ke Cluster HPA ini, koneksi LAN nya hanya 100 Mbps 😀 

Alhasil, cukup 2 RaspberryPi saja sudah sukses menghabiskan seluruh bandwidth 100 Mbps yang ada tersebut 😉 oalah, he he

Jadi, saya akan beli nanti perangkat LAN dengan bandwidth 1 Gbps, dan mengulang lagi benchmark ini. 
Penasaran juga ya…. :)

==================
CATATAN

Pada saat ini ada satu kelemahan RaspberryPi 2, yaitu tidak mampu melayani kecepatan akses yang mencapai ribuan session per detik. Maksimum hanya sekitar 800 session/detik.

Bottleneck ini saya temukan ketika bingung karena HAproxy mentok performanya di sekitar 800 session/detik saja. Nyaris tidak berbeda dengan performa Varnish.

Ketika saya teliti, ternyata ada proses bernama ksoftirqd, yang menggunakan 100% CPU #1. 
ksoftirqd menjadi overload begini ternyata karena terlalu deras interrupt dari port network… saya temukan ini dengan melihat isi /proc/interrupt

Alhasil, benchmark diatas saya lakukan dengan HAproxy yang berada di komputer lainnya. Sehingga, seluruh kapasitas pemrosesan network di RaspberryPi bisa dimanfaatkan oleh Varnish (tidak terbagi dengan HAproxy)

Jadi, untuk saat ini, RaspberryPi belum cocok digunakan sebagai load-balancer dengan traffic yang sangat tinggi. 

Demikian, semoga bermanfaat :)

# =====================
# EXECUTE ON ALL RPI

### config
# GreenPi-1 = 192.168.1.171  
# GreenPi-2 = 192.168.1.172 
# GreenPi-3 = 192.168.1.173 
# GreenPi-4 = 192.168.1.174 

# Install all the software : Apache, MySQL, PHP, Varnish, HAproxy, keepalived; total approx. 150 MB
apt-get install phpmyadmin mysql-server haproxy screen telnet htop iftop keepalived

# Varnish on Debian wheezy (7.x) is too old & buggy (3.0.2, child process kept dying), 
# we'll need to install straight from source
apt-get install automake libtool python-docutils libpcre++-dev libncurses5-dev libreadline-dev
wget http://repo.varnish-cache.org/debian/pool/varnish-4.0/v/varnish/varnish_4.0.3.orig.tar.gz
tar xzvf varnish_4.0.3.orig.tar.gz
cd varnish-4.0.3
sh autogen.sh
sh configure
make
make install
useradd varnishd
ldconfig -n /usr/local/lib/

# ========
# Varnish config file : /etc/varnish/default.vcl
vcl 4.0;
backend default {
    .host = "127.0.0.1";
    .port = "6080";

# ========
# Varnish init script : /etc/init.d/varnish

DAEMON=/usr/local/sbin/varnishd

==============================

# Restart Varnish
/etc/init.d/varnish restart

# ========
# Apache config file : /etc/apache2/ports.conf

# run apache on port 6080
NameVirtualHost *:6080
Listen 6080

# ========
# Apache config file : /etc/apache2/sites-enabled/000-default

<VirtualHost *:6080>

# ========
# PHP5 config file : /etc/php5/apache2/php.ini

session.cache_limiter = public

==============================

# Restart Apache
/etc/init.d/apache2 restart

# Let's use WordPress as the web-app, just to make thing simple in this example
cd /var/www
wget https://wordpress.org/latest.tar.gz
tar xzvf latest.tar.gz
cp wordpress/wp-config-sample.php wordpress/wp-config.php
# edit wordpress' config file
vi wordpress/wp-config.php

# disable forced redirect to port 80
vi wp-content/themes/twentyfifteen/functions.php
# then put this on the 2nd line :
#      remove_filter('template_redirect','redirect_canonical');

# then open http://GreenPi-1/wordpress/ to finish WordPress setup

# ========
# HAproxy default file : /etc/default/haproxy

ENABLED=1

# ========
# HAproxy config file : /etc/haproxy/haproxy.cfg

global
        log 127.0.0.1   local0
        log 127.0.0.1   local1 notice
        #log loghost    local0 info
        maxconn 4096
        #chroot /usr/share/haproxy
        user haproxy
        group haproxy
        daemon
        #debug
        #quiet
nbproc 2

defaults
        log     global
        mode    http
        option  httplog
        option  dontlognull
        retries 3
        contimeout      5000
        clitimeout      50000
        srvtimeout      50000

listen  GreenPies 192.168.1.170:80
        cookie  SERVERID rewrite
        balance roundrobin
        server  web1 192.168.1.171:6081 cookie app1inst1 check inter 2000 rise 2 fall 5
        server  web2 192.168.1.172:6081 cookie app1inst2 check inter 2000 rise 2 fall 5
        server  web3 192.168.1.173:6081 cookie app1inst3 check inter 2000 rise 2 fall 5
        server  web4 192.168.1.174:6081 cookie app1inst4 check inter 2000 rise 2 fall 5

listen  stats   192.168.1.170:81
        mode            http
        log             global

        maxconn 10

        clitimeout      100s
        srvtimeout      100s
        contimeout      100s
        timeout queue   100s

        stats enable
        stats hide-version
        stats refresh 30s
        stats show-node
        stats auth admin:password
        stats uri  /haproxy?stats

# ===========================
# Create a Virtual IP address on ALL RPI,
# for HAproxy to listen to 

ifconfig eth0:0 192.168.1.170 netmask 255.255.255.0 up
echo "net.ipv4.ip_nonlocal_bind=1" >> /etc/sysctl.conf 
sysctl -p

# ========
# keepalived config file : /etc/keepalived/keepalived.conf

vrrp_script chk_haproxy {           
        script "killall -0 haproxy"     # cheaper than pidof
        interval 2                      # check every 2 seconds
        weight 2                        # add 2 points of priority if OK
}

vrrp_instance VI_1 {
        interface eth0
        state MASTER
        virtual_router_id 51
        priority 101                   # same priority for all nodes
        virtual_ipaddress {
            192.168.1.170
        }
        track_script {
            chk_haproxy
        }
}

# ======================

# ===========================
# Make all the changes effective

a2enmod expires
/etc/init.d/apache2 restart
/etc/init.d/varnish restart
/etc/init.d/haproxy restart

# ================
# Let's benchmark !

ab -c 100 -n 20000 http://192.168.1.170/wordpress/

# HAproxy stats available on http://192.168.1.170:81/haproxy?stats

# =====================================

Post imported by Google+Blog for WordPress.

GreenICT : Membuat Cluster RapsberryPi dengan OpenMPI

:: RaspberryPi versi 2 kini sudah cukup powerful. Quad-core 900 MHz, 1 GB RAM, dan bisa berjalan dengan power supply 1A 5V saja. Maka saya membeli 4 buah RaspberryPi (RPI) ini, dan membuat cluster berbasis OpenMPI : http://www.open-mpi.org/. Di luar dugaan saya, ternyata ini mudah sekali dilakukan :)

Nampaknya sudah tiba saatnya dimana kita bisa memanfaatkan RaspberryPi, dan komputer hemat energi lainnya, sebagai server. Dan lalu dimanfaatkan seperti superkomputer, dengan membuat cluster dari komputer-komputer ini. :) (y) 

Sekilas tentang OpenMPI, software ini bisa dipergunakan oleh software lainnya untuk menyebarkan beban kerjanya ke banyak komputer. Jadi, OpenMPI bertindak sebagai semacam koordinator. Dalam riset ini, saya akan menggunakan OpenMPI untuk menyebarkan beban kerja kompresi, yaitu dari software mpibzip2. 

Silakan ikuti panduan berikut ini :

#==========
#EXECUTE ON ALL RPI

### config
# GreenPi-1 = 192.168.1.171 = master
# GreenPi-2 = 192.168.1.172 = slave
# GreenPi-3 = 192.168.1.173 = slave
# GreenPi-4 = 192.168.1.174 = slave

# Standard tools
apt-get install screen mosh telnet htop iftop ethtool         
# OpenMPI related
apt-get install openmpi-bin build-essential libbz2-dev libopenmpi-dev ssfs
# create SSH keys, 
# then copy GreenPi-1's key to all /root/.ssh/authorized_keys
# and all GreenPi keys to GreenPi-1 /root/.ssh/authorized_keys
ssh-keygen -t rsa -b 4096

# some preparations
mkdir /tmp1
export http_proxy="http://192.168.1.10:3128/"

# Install OpenMPI
cd /tmp
wget http://compression.ca/mpibzip2/mpibzip2-0.6.tar.gz
tar xzvf mpibzip2-0.6.tar.gz
cd mpibzip2-0.6
# Need to edit Makefile
vi Makefile
## make sure the line with CC=c++ is changed into
# CC=mpic++
# Otherwise, we'll get the following error message : 
# pibzip2.cpp:72:17: fatal error: mpi.h: No such file or directory

make
make install

#==========
#EXECUTE ON GreenPi-1

# Prepare the logfile to be compressed
mkdir /tmp1
cp /var/log/syslog /tmp1/

### Now do SSH from slaves to GreenPi-1 / 192.168.1.171, 
### and say "yes" when asked to save its RSA fingerprint

### Then, do SSH from GreenPi-1 to all slaves, 
### and say "yes" when asked to save its RSA fingerprint

# Then you can do the following,
# create SSHFS mount to GreenPi-1 on all slaves
ssh root@192.168.1.172 sshfs root@192.168.1.171:/tmp1//tmp1
ssh root@192.168.1.173 sshfs root@192.168.1.171:/tmp1//tmp1
ssh root@192.168.1.174 sshfs root@192.168.1.171:/tmp1//tmp1

### Test OpenMPI locally
### Yes, OpenMPI can be run on a single computer too, 
### very handy for testing purposes
mpirun -v -n 4 mpibzip2 /tmp1/syslog

### Put all slaves IP address 
echo "192.168.1.172" >> /etc/openmpi/openmpi-default-hostfile
echo "192.168.1.173" >> /etc/openmpi/openmpi-default-hostfile
echo "192.168.1.174" >> /etc/openmpi/openmpi-default-hostfile

###  Run mpibzip2 on ALL slaves
mpirun -v -n 16 –hostfile /etc/openmpi/openmpi-default-hostfile /usr/bin/mpibzip2 -v  /tmp1/syslog

#=================

Ini hasil yang saya dapatkan :
RaspberryPi 4-core = 643 detik
RaspberryPi 16-core = 163 detik

Penambahan kecepatannya nyaris linear :) 4x lipat lebih cepat. Bagus sekali.

Demikian, saya akan lanjutkan lagi dengan berbagai cara lainnya untuk memanfaatkan cluster RaspberryPi ini :)
Semoga bermanfaat.

Post imported by Google+Blog for WordPress.

Keutamaan Hari Jum’at

:: Setiap pekan, umat Islam merayakan sebuah hari yang spesial, yaitu hari Jum'at. Ada banyak keutamaan hari ini, yaitu :

### Dinyatakan sebagai Hari Raya umat Islam.

"Wahai segenap kaum muslimin, sesungguhnya ini adalah hari yang dijadikan oleh Allah Subhanahu wata’ala sebagai hari raya bagi kalian.” (HR. ath-Thabarani)

### Wafat di hari ini adalah salah satu pertanda khusnul khotimah.

"Tiada seorang muslim yang mati pada hari Jum’at atau malamnya kecuali Allah Subhanahu wata’ala akan menghindarkannya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad)

### Menghapus dosa sampai Jum'at berikutnya.

”Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan sholat Jum’at) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melakukan sholat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jum’at ini dengan Jum’at lainnya.” (HR Bukhari)

### Ada waktu dimana doa pasti dikabulkan.

“Hari jum’at itu 12 jam, setiap muslim bila memohon kepada Allah sesuatu pada hari Jumat maka hamba itu akan dikabulkan permohonannya oleh Allah, untuk itu carilah hari Jumat pada akhir waktu ashar” (HR. An-Nasa’i

### Sedekah di hari ini lebih utama.

Ibnul Qayyim berkata, ”Bersedekah pada hari Jum’at dibandingkan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti bersedekah pada bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya.”

Semoga kita bisa mendapatkan sebanyak-banyaknya barokah dari hari yang mulia ini, aamiin…

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f1/Hagia_Sophia_-_Muhammad,_Allah,_Abu_Bakr.jpg



upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f1/Hagia_Sophia_-_Muhammad,_Allah,_Abu_Bakr.jpg

Post imported by Google+Blog for WordPress.

Perusahaan Rokok berusaha membajak agama Islam :: Karena penjualannya turun di negara-negara…

Perusahaan Rokok berusaha membajak agama Islam :: Karena penjualannya turun di negara-negara muslim, perusahaan rokok berusaha melabeli pihak anti rokok sebagai ekstrimis & fundamentalist.

Dikutip dari : http://www.theguardian.com/business/2015/apr/20/tobacco-firms-tried-undermine-muslim-countries-smoking-ban

BAT and other companies, which were losing sales in affluent countries where anti-smoking measures had been introduced, devised strategies to counter this perceived threat to sales in places such as Egypt, #Indonesia and Bangladesh, which have large populations of young people who smoke.

The earliest fatwa against tobacco was in 1602

The tobacco industry attempted to #reinterpret Islamic teaching and recruit Islamic scholars in a bid to undermine the prohibition on smoking in many Muslim countries, an investigation has shown.

"We had tobacco industry lawyers actually developing theological arguments" –Prof Mark Petticrew

Pihak yang anti-rokok musti dianggap sebagai fundamentalis, dan diadu domba dengan pemerintah :

“A Moslem who attacks smoking generally speaking would be a threat to existing government as a ‘fundamentalist’ who wishes to return to sharia law,” says one of the archive documents.

Tidak berhenti hanya sampai disitu saja, perusahaan rokok kemudian berusaha memanfaatkan agama Islam untuk membenarkan produk mereka :

The tobacco industry attempted to re-interpret anti-smoking Islamic teachings. A 1996 BAT memo suggests identifying “a scholar/scholars, preferably at the Al Azhar University in Cairo, who we could then brief and enlist as our authoritative advisers/allies and occasionally spokespersons on the issue.

“We agreed that such scholars/authority would need to be paired up with an influential Moslem writer/journalist … such advice would present the most effective and influential opinion able to counter extremist views, which are generally peddled by Islamic fundamentalist preachers largely misinterpreting the Koran"

========
Mantap betul perjuangan mereka ini :) mari kita juga jangan mau kalah, basmi perusahaan rokok dari bumi Indonesia yang tercinta ini. Allahu Akbar ! :) (y)



How tobacco firms tried to undermine Muslim countries’ smoking ban
Attempts to tackle sales threat by framing criticism of smoking as fundamentalist fanaticism are outlined in cache of documents from 1970s until late 1990s

Post imported by Google+Blog for WordPress.