Tips to prevent common cyber security lapses

Cyber security

Cyber security is one of the important requirements for any IT organization to protect their confidential and business critical data from getting stolen by hackers. Cyber security involves protection of your computers, data center servers, workstations and networks from various cyber threats such as viruses, worms, Trojans, adware, malware, root kits, spyware etc. and attacks from hackers.

It’s been said that one out of every ten web sites is infected by some type of malware. Based on statistical reports, it’s known that financial loss caused by malware has increased around 10 billion USD in last ten years. Also with advent of social media, mobile applications, cloud and shared applications concept, things can get worse in future if we don’t take proactive steps to ensure cyber security. Some of the important steps to prevent cyber-security lapses include:

Install a quality and powerful antivirus:

Viruses are harmful executables which can replicate and cause considerable damage to your data and system performance. Some popular viruses like MyDoom, ILOVEYOU, CodeRed, and Melissa etc. have caused financial damages worth billions of dollars globally and also have impacted the lives of millions of people. Many users consider that free antivirus software available in internet is sufficient to safeguard their machine from viruses and malware. But the real fact is that such free antivirus software will not have latest virus signatures updated in their database and will not be efficient like the business-grade antivirus software. Hence you should purchase and install antivirus software in your device which can guarantee protection from all recent viruses.

Encrypt all your business critical data:

Encryption is one of the important techniques that can help in protecting your business critical information. There are different types of encryption techniques like AES (Advanced Encryption Standard), DES (Data Encryption Standard), 3DES (Triple Data Encryption standard), blowfish etc. which you can use to safeguard data stored in your data centers, flash drives, laptops, hard disks etc. Also you should encourage use of HTTPS (Hyper Text Transfer Protocol Secure) and SSL (Secure Socket Layer) for browsing, so that whatever data you exchange over internet is also encrypted and cannot be easily intercepted by others.

Restrict access to data based on user roles:

In any IT organization, there will be different categories of employees with different roles and responsibilities. Users should be divided based on their roles and not all users should be provided access to important and business critical data. You should use certain authentication mechanisms to validate user credentials and control access to important data based on their roles. This can help in avoiding breach of confidential data and ensure that users can only access data which is absolutely required for their role. Also you should be very careful about what information you share with 3rd party partners like web hosting services, billing companies, and hardware service providers etc. who can be a possible source for security breaches. You should thoroughly scrutinize the companies before you sign-up for partnership with them and also control their access to your network through sophisticated security tools.

Be careful with social media and E-mail attachments:

You should educate the employees in your organization about the risks associated with sharing pictures, movies and other data through social media and e-mails. Social media is one of the easiest ways for hackers and cyber-terrorists to spread virus and other malicious software. Also you should be aware of phishing attempts through e-mails. Hackers use social engineering techniques to fool people and steal confidential information by masquerading themselves as genuine organizations. You should avoid opening attachments present in e-mails from unknown sources. Also use firewalls and intrusion prevention systems to monitor your network traffic and block unwanted requests.

Install anti-spyware and anti-Adware applications in your machine:

Some people consider that just installing antivirus software is sufficient to take care of all types of malicious programs including spyware and adware. Also some users consider free anti-spyware found on the internet could solve all their security problems. But the fact is most of the free software don’t provide real-time protection from spyware and adware. Hence you should purchase professional anti-spyware and anti-adware programs with regular updates so that you can stay safe from cyber-threats caused by harmful spyware and adware. [Image source]

The post Tips to prevent common cyber security lapses appeared first on BudiPutra.com.

eVoting versus Fitnah

:: Akhir-akhir ini makin banyak promosi eVoting di berbagai media massa, nampaknya ditujukan untuk Pilpres 2019 nanti. Secara ringkas : eVoting masih mustahil untuk menjadi solusi Pemilu di Indonesia pada saat ini.

Ini karena badai fitnah yang menerpa Indonesia sejak Pilpres 2014.

Bayangkan saja, Pilpres 2014 itu masih #manual. Sistim IT nya hanya untuk #menampilkan hasil, bukan pembuat keputusan.

Tapi, tetap saja difitnah habis-habisan. Dituduh kena hack lah, dituduh curang, dst. DAN publik banyak yang percaya.

Saking masif serangan fitnah itu, publik sampai percaya bahwa Pilpres yang MANUAL ini kena hack secara digital. Wow.

——-
Badai fitnah itu baru hilang setelah rakyat bangkit melalui KawalPemilu, dan membuktikan bahwa tidak ada kecurangan di Pilpres 2014.

=======
Bayangkan saja, Pilpres 2014 yang MANUAL ini bisa sampai berada dalam situasi kritis, difitnah kena hack secara Digital.

Bagaimana dengan eVoting, yang memang sistim digital ?

Sudah siap dihajar badai fitnah ?

Mau apa ketika sistim yang sudah dibuat dengan susah payah ini dengan mudah dianggap tidak sah, karena "ah itu kena hack tuh!"

Mau apa kalau sudah begitu ?

=======
Ini baru masalah dari soal sosial, fitnah. Kita belum masuk masalah teknisnya sendiri.

Indonesia itu BESAR.
Cuma orang bodoh yang meremehkan hal ini.

Sangat banyak TPS yang tidak ada akses Internet. Bagaimana mesin eVoting mau konek ? Dibawa ke KPU daerah dulu = lambat juga = apa bedanya dengan yang manual ?

Ketiadaan akses Internet ini biasanya diakali dengan link via Satelit = sangat mahal.

Padahal katanya eVoting itu supaya hemat. Eh akhirnya malah lebih mahal juga.

Dst, dst.

===========
Dan ini BELUM membahas masalah-masalah secara detail & mendalam, seperti sekilas disinggung disini : https://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_voting#Documented_problems

==========
Dan ini BELUM bicara soal #akuntabilitas – apakah hardware & software eVoting bisa dipertanggung jawabkan secara terbuka ?

Karena tanpa keterbukaan & akuntabilitas, maka eVoting nya adalah permainan belaka.

===========
Secara ringkas, jangan remehkan & anggap enteng soal eVoting.

Semoga menjelaskan eforia eVoting di media massa selama ini :)

=====
Keterangan gambar: mesin eVoting eSlate DRE, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk difabel / penyandang cacat. Seperti label Braille, tombol Jelly untuk mempermudah penderita masalah motorik, dst.


Post imported by Google+Blog for WordPress.

15 India & Indonesia startups attend Google Launchpad Accelerator

google bike-2Today 15 startups from India and Indonesia [as well as Brazil] are attending Google Developers Launchpad Accelerator, a two-week training program at Google HQ in Silicon Valley. This program gives US$50,000 equity-free seed funding for the chosen startups.

This is really a good opportunity for them, since they will work closely with Google mentors and executives.

TechinAsia wrote:

For the first batch under this program, Google chose startups from India, Indonesia, and Brazil which address challenges in their home regions and are ready to scale.

That’s very interesting list of startups though, despite the fact that there are a few startups that have raised millions also being picked up for this program. Check-out the complete first batch list here.

[Image credit]

The post 15 India & Indonesia startups attend Google Launchpad Accelerator appeared first on BudiPutra.com.

Stop Terror

:: Salah satu tujuan teroris adalah menjadi terkenal, sehingga kemudian mereka jadi mudah merekrut, dan makin bersemangat beraksi. Mari kita stop mereka – jangan sebarkan berita tentang hasil teror mereka ini (y)

Biarkan saja aparat dengan fokus menangani masalah ini. Kita jangan ikut membantu membuat mereka menjadi terkenal.

Dengan minimnya respons & ketakutan serta amarah kita, maka para teroris ini jadi kehilangan semangat. Aksi mereka ternyata hampir tidak ada dampaknya di masyarakat (y)

Mari, kita stop teror. Kita tidak mau membantu teroris menebar teror mereka ke masyarakat. (Y)


Post imported by Google+Blog for WordPress.

Hoax: Tanaman Hias Penyebab Leukemia

:: Hari ini mendapat posting terlampir dari Whatsapp, menyatakan bahwa sebuah tanaman hias (Pohon Dolar) adalah penyebab Leukemia. Nada tulisan yang #soktahu tersebut langsung membuat saya waspada, karena, penyebab Leukemia sampai saat ini masih belum diketahui : https://en.m.wikipedia.org/wiki/Leukemia

Lalu saya menelusuri sumber fotonya. Ternyata dicomot dari sini :) http://m.itrademarket.com/rumah_hidroponik/5542661/pohon-dollar.htm dan saya jadi tahu bahwa namanya adalah "Pohon Dolar".

Nama latinnya adalah "Zamioculcas zamiifolia", dan tanaman ini tidak berbahaya : https://en.m.wikipedia.org/wiki/Zamioculcas

Entah kenapa begitu banyak orang gila yang suka membuat hoax seperti ini.
Mari, jangan ikut-ikutan gila menyebarkannya – kita bukan orang gila :) dan kita kenal baik dengan Mbah Google :) "cek dulu sebelum forward berita " (y)

======
Copas dr tetangga:

Copas bahaya tanaan hias
BAHAYA PENYAKIT LEUKIMIA !!!!

Anak perempuan mertua saya (umur 31 thn) baru meninggal semalam disebabkan oleh leukimia. Almarhum semasa hidupnya meneliti utk gelar Master in botanical di kampus USM mengkaji sejenis tumbuhan ini. Rekan satu tim research beliau sdh meninggal setahun yg lalu mengidap penyakit leukimia juga. Almarhum dpt bertahan hingga semalam. Memang hsl penelitiannya telah disahkan oleh pihak kampus USM dan pihak Kementrian Kesehatan bhw leukimia itu dpt ditimbulkan dari tumbuhan tsb. Jadi cerita D Hizzad Bole penyebab kanker darah (leukimia) ternyata terbukti.
Di Cina sdh cukup lama diketahui tentang bahaya tanaman ini, tapi hanya diberitakan suratkabar Cina saja. Sedangkan ditempat kita tanaman ini dirawat & dijadikan tanaman hias di rumah..

PERHATIAN & WASPADA.
Jika ada tanaman ini dirumah, silahkan secepatnya musnah dengan membakarnya sebelum tanaman berbunga. Karena dari bunganya menyebabkan kanker darah (leukimia)



Post imported by Google+Blog for WordPress.

Awas Chiropractic

:: Allya Siska Nadya tewas pada tanggal 6 Agustus 2015, beberapa jam setelah menjalani terapi chiropractic di sebuah klinik di PIM (Pondok Indah Mall). Seperti berbagai "pengobatan alternatif" lainnya, Chiropractic memiliki resiko yang cukup besar : http://rationalwiki.org/wiki/Chiropractic

Apalagi di Indonesia, yang masyarakatnya masih sangat percaya dengan "pengobatan alternatif", klinik Chiropractic merebak dengan cukup cepat. Setelah jatuh korban, baru pada heboh : http://metro.tempo.co/read/news/2016/01/07/064733851/malpraktek-dokter-asing-di-pim-ini-kejanggalan-di-klinik

Chiropractic adalah praktek medis yang berdasarkan pada #kepercayaan Daniel D. Palmer di tahun 1895, bahwa sumber semua penyakit adalah masalah pada tulang belakang : https://en.wikipedia.org/wiki/Chiropractic_controversy_and_criticism

Tentu saja ini keliru sekali, kita kini sudah tahu bahwa ada banyak penyebab penyakit. Seperti bakteri, virus, dst.

Karena itu Chiropractic jadi cenderung memiliki berbagai kepercayaan aneh lainnya, yang bertentangan total dengan ilmu medis modern. Seperti anti-vaksinasi, anti fluoridisasi air, dst.

Selalu waspada dengan pengobatan alternatif, seperti Chiropractic ini.

Dikutip :

The core concept of traditional chiropractic, vertebral subluxation, is not based on sound science.

Collectively, systematic reviews have not demonstrated that spinal manipulation, the main treatment method employed by chiropractors, was effective for any medical condition, with the possible exception of treatment for back pain

spinal manipulation, particularly of the upper spine, can also result in complications that can lead to permanent disability or death; these can occur in adults and children

As well as occasionally killing or disabling its patients (something about which it is in complete denial),[3] the chiropractic profession is notorious for recommending, often with dire warnings, indefinite courses of treatment — where a physiotherapist will try to restore function and discharge a fit patient, a chiropractor will tend to try to keep the patient coming back indefinitely. Much chiropractic continuing education is focused on "practice building" — i.e., sales technique.

So, chiropractic works about as well as mainstream physiotherapy for some conditions, claims to treat conditions it can't, has a tendency to try to bleed you dry, and might kill you. The phrase "not recommended" sums this up nicely.


Chiropractic – RationalWiki
Chiropractic is the theory and practice of correction of “vertebral subluxation processes” to treat and cure a supposedly vast array of diseases with no scientifically verified connection to vertebral anatomy. Basically, this means cracking the spine in several places because the spine, …

Post imported by Google+Blog for WordPress.

Wearable Gadget

Sudah lebih dari sebulan (eh, lupa kapan tepatnya) saya menggunakan Mi-Band. Itu lho, gelang elektronik yang dipakai untuk mencatat jumlah pergerakan atau langkah kita. Berdasarkan itu dia dapat memperkirakan jarak yang sudah kita tempuh beserta kalori yang terpakai. Hasilnya seperti contoh di foto ini.

IMG_0057 miband

Hasil screenshot di atas menunjukkan bahwa saya telah melakukan 11452 langkah, yang kemudian dikonversikan menjadi 7,85 Km. Not bad. Yang menyedihkannya adalah sudah segitu jauh ternyata hanya menghabiskan 423 kalori. Makan bakso saja sudah lewat dari itu kali ya? hi hi hi.

Mi-band ini salah satu contoh wearable gadget, yaitu perangkat yang bisa kita “pakai”. Dahulu, ketika saya mulai tertarik kepada hal ini di tahun 1999, ukuran komponen masih besar sehingga wearable gadget ini terlihat lucu. Kayak robot yang banyak tempelan komponen elektroniknya. Sekarang, sudah nyaman dilihat. Sudah fashionable.

Saya jadi ingin buat perangkat-perangkat lain yang lebih canggih ah.


Filed under: sports, teknologi, Teknologi Informasi Tagged: postaday2016, sports, teknologi, Teknologi Informasi

Wearable Gadget

Sudah lebih dari sebulan (eh, lupa kapan tepatnya) saya menggunakan Mi-Band. Itu lho, gelang elektronik yang dipakai untuk mencatat jumlah pergerakan atau langkah kita. Berdasarkan itu dia dapat memperkirakan jarak yang sudah kita tempuh beserta kalori yang terpakai. Hasilnya seperti contoh di foto ini.

IMG_0057 miband

Hasil screenshot di atas menunjukkan bahwa saya telah melakukan 11452 langkah, yang kemudian dikonversikan menjadi 7,85 Km. Not bad. Yang menyedihkannya adalah sudah segitu jauh ternyata hanya menghabiskan 423 kalori. Makan bakso saja sudah lewat dari itu kali ya? hi hi hi.

Mi-band ini salah satu contoh wearable gadget, yaitu perangkat yang bisa kita “pakai”. Dahulu, ketika saya mulai tertarik kepada hal ini di tahun 1999, ukuran komponen masih besar sehingga wearable gadget ini terlihat lucu. Kayak robot yang banyak tempelan komponen elektroniknya. Sekarang, sudah nyaman dilihat. Sudah fashionable.

Saya jadi ingin buat perangkat-perangkat lain yang lebih canggih ah.


Filed under: sports, teknologi, Teknologi Informasi Tagged: postaday2016, sports, teknologi, Teknologi Informasi