Create a SSL certificate containing 100 domains

:: From time to time, I need to create SSL certificates for hundreds, or even thousands of subdomains. This is because Let's Encrypt does not support "Wildcard SSL certificate" yet 🙂

Needless to say, I hit their limits pretty quickly ! 😀 ha ha
https://letsencrypt.org/docs/rate-limits/

So I looked around, and thankfully found a solution : SAN (Subject Alternative Name) certificate.

Basically you can create a single SSL certificate, which contains 100 domains in it. Cool 🙂 another great feature from Let's Encrypt ! (y)

====
To make it easy for me (since I'm such a lazy sysadmin, LOL) I created a script to automate the creation of these SAN certificates :

http://pastebin.com/PBP7i8rN

Feel free to use it too. Hope you find it useful.

====
# !/bin/bash

# specify the location of Let's Encrypt tool
# and its parameters
certbot='/usr/bin/certbot –agree-tos –email my@email.com –apache –redirect –expand –renew-by-default -n '

# put the domain names in this file
vhost=( `cat "domain-list.txt" `)

# loop variables
ssl_exec="${certbot}"
n=1

#################### START ##########################

for t in "${vhost[@]}"
do

ssl_exec="${ssl_exec} -d $t "
let "n++"

# every 100th domain,
# create a SSL certificate for these 100 domains
# (SAN = Subject Alternative Name certificate)
if (( n == 100 )); then

$ssl_exec
# echo $ssl_exec

# reset the loop variables
ssl_exec="${certbot}"
n=1
fi

done

# create SSL certificate for the rest of the domains
$ssl_exec
# echo $ssl_exec


Post imported by Google+Blog for WordPress.

Lampu Anti Nyamuk : Heles

:: Selama beberapa minggu ini, saya membeli berbagai jenis lampu anti nyamuk & memasangnya di rumah saya. Merek HELES tipe yang cukup ringkas ini ternyata sukses membunuh sangat banyak nyamuk 🙂 nampak di foto terlampir.

Alat pembunuh nyamuk listrik seperti ini punya kelebihan yang #signifikan : bebas racun.

Anak-anak dan keluarga kita jadi selamat dari paparan racun anti nyamuk; apakah yang berbentuk aerosol, maupun obat bakar. Alat ini bersih & ramah lingkungan.

Dari pengalaman selama ini, nampaknya berikut ini adalah cara penggunaan yang benar :

(1) Hidupkan 24 jam : alat-alat ini cukup hemat listrik, kisaran 5-10 watt. Biarkan hidup terus, karena ada nyamuk yang aktif di pagi / siang hari juga.

(2) Taruh di tempat GELAP : perhatikan foto terlampir. Menaruh di tempat yang terang bisa membuat hasilnya turun drastis, bahkan tidak sama sekali.

(3) Taruh pada ketinggian yang tepat : jangan taruh di tempat yang terlalu tinggi. Perhatikan bagaimana di rumah Anda, setinggi apa biasanya nyamuk yang beterbangan.

(4) Taruh di tempat yang sering dilewati / nampak nyamuk di sekitarnya.

Dengan melakukan langkah-langkah itu, maka mudah-mudahan rumah Anda jadi bisa segera bebas dari nyamuk.

Alat ini bisa dibeli di Ace hardware, dan juga berbagai lapak online seperti Tokopedia :

https://www.tokopedia.com/sumberbaru-toko/heles-hl3107-super-mosquito-killer-lampu-anti-nyamuk-strum-ultraviolet

PERHATIAN : karena alat ini cepat membunuh banyak nyamuk, maka musti agak sering dibersihkan.

Nyamuk yang mati akan menempel di batang besi di dalamnya. Tadi pagi saya membuka alat ini, sudah #penuh semuanya menempel mayat nyamuk, sehingga tentu saja tidak bisa membunuh lagi.

Semoga bermanfaat.


Post imported by Google+Blog for WordPress.

Banjir Informasi

Membaca bagian awal dari buku Madilog-nya Tan Malaka, saya merasakan kegalauan Tan Malaka akan kesulitan mendapatkan sumber bacaan (buku). Saya juga sempat mengalami masa kesulitan mendapatkan sumber referensi ketika menempuh pasca sarjana saya. Untuk mendapatkan sebuah referensi, saya harus melakukan interlibrary loan, yaitu meminjam ke perpustakaan tempat lain. Dibutuhkan waktu berhari-hari (dan bahkan minggu) untuk referensi sampai di tempat saya. Itu di Kanada, sebuah negara yang sudah maju. Tidak terbayang oleh saya jika saya berada di tempat yang sistem perpustakaannya belum sebaik itu.

Ya itu jaman sebelum ada internet. Ketika akses kepada (sumber) informasi masih sangat terbatas. (Sebetulnya jaman itu sudah ada internet, tetapi akses kepada internet masih dibatasi untuk perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Juga, kecepatan akses internet masih sangat terbatas. Masih teringat saya harus mengakses jaringan kampus dengan menggunakan layar teks saja melalui modem 1200 bps.)

Internet (dan teknologi terkait) mendobrak akses kepada informasi. Sekarang – setidaknya di kota-kota besar di Indonesia – akses kepada informasi tidak ada batasnya. Seperti halnya aliran air dari sebuah sungai yang tadinya mampet, sekarang menjadi lancar.

Sayangnya air yang tadinya jernih sekarang berubah menjadi keruh. Terlalu banyak sampah. Ditambah lagi, air yang tadinya mengalir dengan baik sekarang menjadi banjir badang. Tanggul-tanggul bobol. Sekarang kita kebanjiran informasi.

Ketika banjir – dimana-mana ada banyak air – kita kesulitan mendapatkan air yang jernih untuk minum. Kondisi saat ini sama. Terlalu banyak informasi abal-abal, sehingga untuk mendapatkan informasi yang jernih tidak mudah. Dibutuhkan keahlian dan teknologi untuk menyaring informasi yang keruh menjadi informasi yang dapat kita teguk.

Sementara itu, kita jangan ikut serta memperkeruh “air informasi” ini dengan melemparkan “sampah informasi” yang tidak penting. Tahan diri untuk membuang “sampah informasi”. Maukah kita melakukannya?


Filed under: Opini, Pendidikan, teknologi, Teknologi Informasi, TI Tagged: opini, Pendidikan, postaday2016, teknologi, Teknologi Informasi

AC Double Evaporator

:: Tadi siang datang teknisi Sharp untuk memeriksa AC di kamar saya yang sudah cukup lama tidak dingin. Padahal kami rajin melakukan "servis AC"

Ternyata, AC kami menggunakan "double evaporator" – ada 2 coil pendingin di satu AC ini. Nah, yang biasa dibersihkan selama ini ternyata hanya satu yang di depan – sedangkan yang kedua di belakangnya tidak pernah dibersihkan, ha ha 😀

Tinggal dibayangkan sendiri bagaimana kotornya evaporator yang kedua itu :O Cukup lama teknisi Sharp bekerja membereskannya.

Alhamdulillah, kini AC kami sudah dingin kembali (y) Terimakasih banyak Sharp atas customer service nya yang sangat baik.

Jadi silakan cek AC Anda jika tidak dingin lagi – apakah ternyata tipe double evaporator juga ? Jika ya, apakah selama ini teknisi AC hanya membersihkan salah satunya saja ? Mungkin Anda senasib juga dengan saya 🙂

Semoga bermanfaat.
.

Post imported by Google+Blog for WordPress.